Komisi VIII: Ponpes Amanatul Ummah Bisa Menjadi Percontohan
Komisi VIII: Ponpes Amanatul Ummah Bisa Menjadi Percontohan

Komisi VIII: Ponpes Amanatul Ummah Bisa Menjadi Percontohan

23-01-2022 / KOMISI VIII

Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto saat bertukar cinderamata usai memimpin kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI ke Ponpes Amantul Ummah di Mojokerto. Foto: Arief/nvl

Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto menilai Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur bisa menjadi literasi bagi Komisi VIII DPR RI, seperti yang dicontohkan oleh Kiai Asep Syaifudin Chalim sebagai pendiri Ponpes Amanatul Ummah yang telah sukses dengan kemandirian ponpes yang dipimpinnya. Yandri mengapresiasi kemandirian Ponpes Amanatul Ummah, sehingga dapat dijadikan percontohan bagi ponpes lainnya.

Hal tersebut disampaikan Yandri saat memimpin kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI ke Ponpes Amantul Ummah di Mojokerto, Jatim, Sabtu (22/01/2022). Selain menilai dan melihat langsung keberhasilan ponpes yang didirikan Prof Dr KH Asep Syaifudin Chalim sebagai ponpes modern dan mandiri tersebut, pertemuan tersebut juga membahas mengenai implementasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

“Peran pesantren semakin luas sebagai pendorong berkembangnya ekonomi dan basis keterampilan para santri. (Pendidikan) Ponpes Amanatul Ummah sudah melebihi undang-undang. Pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren masih berbicara tentang rencana, sementara (Ponpes) Amanatul Ummah sudah melampauinya,” kata politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Menurut keterangan yang diterima Yandri, dijelaskan bahwa Ponpes Amanatul Ummah berdiri pada tahun 2006 yang dulunya jauh dari penduduk dan gelap gulita. “Tidak sedikit yang pesimis bahkan menertawakan tentang keberadaan Amanatul Ummah, tetapi Kiai Asep tetap melanjutkan cita-citanya bahkan mendirikan madrasah bertaraf internasional,” kata legislator dapil Banten II itu.


Pendiri Ponpes Amanatul Ummah, Kiai Asep Saifuddin Chalim mengatakan, kunci sukses dalam sebuah lembaga pendidikan adalah guru dan sistem, memilih guru yang baik serta sistem pembejalaran terbaik. Pada tahun 2006 muridnya hanya 48 siswa, namun saat ini jumlah muridnya sudah mencapai 10 ribu siswa.


“Pada tahun 2017 cita-cita saya sudah terwujud, ada yang memberi award sebagai The Most Favorit School in Indonesia, 2018 sebagai sekolah yang sistem pembelajarannya paling baik di Indonesia, bahkan tahun 2019 ponpes Amanatul Ummah mendapat penghargaan sebagai pesantren modern inspiratif nomor satu di Indonesia,” pungkas Kiai Asep. (afr/sf)

sumber : https://www.dpr.go.id/berita/detail/id/37162/t/Komisi+VIII%3A+Ponpes+Amanatul+Ummah+Bisa+Menjadi+Percontohan

Leave a Reply

Your email address will not be published.