NEWS

Gubernur Lemhanas Sebut Kiai Asep Kiai Menakjubkan, Amanatul Ummah MoU untuk Kepentingan Bangsa

JAKARTA,  – Ternyata selama ini Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Dr H TB Ace Hasan Syadzily, M.Si, diam-diam mengamati sosok Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto Jawa Timur. Karena itu Ace Hasan Syadzily mengaku tahu tentang kiprah Kiai Asep Saifuddin Chalim.

Hal itu diungkapkan Gubernur Lemhanas Dr H TB Ace Hasan Syadzily di depan 12 pimpinan institusi nasional dalam acara penandatangan nota kesepahaman dengan Lemhanas di Gedung Tri Gatra Lemhanas Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).

“Pak Kiai Asep ini salah satu pimpinan pesantren yang progresif. Saya sudah mengikuti Pak Kiai, sudah lama Pak Kiai,” ujar Ace Hasan Syadzily saat menyampaikan sambutan dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman Lemhanas dengan 12 pimpinan institusi, termasuk Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Gedung Tri Gatra Lemhanas Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).

BACA JUGA:

“Beliau ini juga salahs atu putra pendiri Nadlatul Ulama di Jawa Barat. Dan sudah dua tahun yang lalu ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Ayah beliau adalah KH Abdul Chalim Leuwimunding Majalengka,” tegas Ace Hasan Syadzily lagi.

Para pimpinan institusi dan undangan yang hadir langsung bertepuk tangan riuh.

“Yang bikin saya takjub pada Pak Kiai ini, orang Sunda tapi punya pesantren besar di Jawa Timur,” tambah Ace Hasan Syadzily yang lagi-lagi disambut tepuk tangan para tokoh yang hadir.

Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, dan Dr H TB Ace Hasan Syadzily foto bersama dengan para pimpinan institusi lain dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman Lemhanas dengan 12 pimpinan institusi, termasuk Pondok Pesantren Amanatul Ummah di Gedung Tri Gatra Lemhanas Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026). Foto: M. Mas’ud Adnan/bangsaonline.

Ace Hasan Syadzily memang tampak punya perhatian khusus terhadap Kiai Asep. Pantauan BANGSAONLINE di lokasi, saat menyampaikan sambutan, tokoh pertama yang disebut oleh Ace Hasan Syadzily adalah Kiai Asep.

Sebanyak 12 institusi yang melakukan MOU adalah Universitas Sriwijaya, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, ESQ Ledership Center, Himpunan Kurator dan Pengurus Indonesia, Pondok Pesantren Amanatul Ummah, PT LEN Industri (Persero), PT Cipta Megaswara Telivisi, Ikatan Alumni Universitas Indonesia, Jaringan Sekolah Islam Terpadu Indonesia, Persekutuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia, Badan Musyawarah Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Idonesia dan PT Tiga Belas Empat Lima.

Ace Hasan Syadzily mengapresiasi Pondok Pesantren Amanatul Ummah yang melakukan Memorandum of Understanding (MOU) dengan Lemhanas. Menurut dia, MOU tidak hanya seremonial tapi perlu diimplementasikan dalam kegiatan nyata secara konsisten.

“Sinergitas lintas sektoral ini membuktikan bahwasanya mewujudkan ketahanan nasional yang tangguh membutuhkan kolaborasi dari seluruh elemen banga dalam rangka mendukung, memperkuat dan memantapkan ketanahan nasional,” tegas Ace Hasan Syadzily.

Ia juga menegaskan bahwa Lemhanas RI dibentuk dan diresmikan pada 20 Mei 1965 oleh Presiden Soekarno sebagai lembaga geopolitik. Menurut dia, Lemhanas didirikan untuk penyiapan dan pemantapan kader pemimpin nasional serta mengintegrasikan berbagai komponen bangsa, baik sipil maupun militer.

“Saya kira hanya di Lemhanas yang menyatukan semua unsur. Ada sipil, TNI, polisi, untuk memastikan pemimpin nasional dicetak dengan persepsi yang sama,” tegas Ace sembari mempersilakan berbagai instansi untuk mengirim peserta ke Lemhanas.

Gubernur Lemhanas juga berharap Kiai Asep terus bersemangat, terutama membina umat untuk kepentingan bangsa dan negara.

Sementara Kiai Asep dalam sambutannya menceritakan proses kelahiran dan perkembangan Amanatul Ummah. Menurut dia, Pesantren Amanatul Ummah didirikan pada 2006 di sebuah hutan yang jarang dilalui orang.

“Tidak ada satupun warung. Apalagi toko,” kata Kiai Asep menggambarkan betapa sepinya kawasan itu. Aksesnya juga sulit dijangkau. Santrinya hanya 48 orang. Laki-perempuan.

Menurut Kiai Asep, tanah yang baru dibeli dengan cara dicicil itu sudah ada bangunannya. Diantaranya kadang ayam. Nah, kendang ayam itulah yang dijadikan asrama atau tempat menginap para santri.

“Sekolahnya terdiri dari terop,” tutur Kiai Asep.

Tapi sembilan tahun kemudian Pesantren Amanatul Ummah berkembang besar.

“Sekarang santrinya kurang lebih 16 ribu orang,” kata Kiai Asep yang langsung mendapat tepuk tangan para tokoh yang hadir.

“Sekolahnya maju,” tutur Kiai Asep.

Ukuran maju itu, menurut Kiai Asep, dalam satu angkatan ribuan santri Amanatul Ummah diterima di perguruan tinggi negeri dan luar negeri.

“Pada angkatan tahun 2025 saja sebanyak 1.269 santri Amanatul Ummah diterima di perguruan tinggi negeri dan luar negeri. Sebanyak 65 diterima di kedokteran. Diantaranya di perguruan tinggi Jerman, di China, di Unhan,” ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.

Kiai Asep juga menyampaikan visi misi Amanatul Ummah yang terdiri dari empat komponen pokok untuk kemajuan Islam dan bangsa Indonesia.

Menurut Kiai Asep, Amanatul Ummh menciptakan manusia unggul, utuh, berakhlakul karimah untuk kejayaan Islam, bangsa Indonesia, serta terwujudnya kesejahteraan dan keadilan.

Sedangkan Misinya adalah melaksanakan sistem pendidikan secara ketat dan bertanggung jawab untuk mencetak empat jenis pemimpin: ulama besar, pemimpin bangsa dan dunia, konglomerat besar, dan profesional berkualitas. Yang semuanya berkontribusi pada kemajuan bangsa, dengan penekanan kuat pada kedisiplinan sebagai kunci keberhasilan. Sehingga terwujud Indonesia maju, adil dan makmur.

“Visi misi ini dibaca tiap hari,” kata Kiai Asep sembari mengucapkan terimakasih kepada Gubernur Lemhanas dan jajarannya karena telah melakukan MoU dengan Pondok Pesantren Amanatul Ummah.

Sumber: https://bangsaonline.com/berita/157878/gubernur-lemhanas-sebut-kiai-asep-kiai-menakjubkan-amanatul-ummah-mou-untuk-kepentingan-bangsa