berita

LP Ma’Arif Al Hidayah Tulungagung Studi Banding ke Ponpes Amanatul Ummah

MOJOKERTO (AmanatulUmmah.com) – Sekitar 120 tenaga pengajar LP Ma’Arif Al Hidayah, Desa Samir, Kec. Ngunut, Kab. Tulungagung, Kamis, 9-3-2023 kemarin, mengunjungi Ponpes Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto.

Selain melihat-lihat area pondok serta gedung-gedung sekolah, baik SMP, SMA, Tsanawiyah maupun Aliyah, para ustad dan ustadzah tersebut, diterima Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MA, pendiri dan pengasuh  Ponpes Amanatul Ummah, di kediaman lantai 2. 

Pada pertemuan tersebut, Kiai Asep memberikan jawaban pertanyaan-pertanyaan para tamu tersebut, dan sekaligus memberikan motivasi. Bahkan, ada ustadz yang memberanikan diri meminta do’a-do’a dan amalan apa saja sehingga Lembaga Pendidikan Amanatul Ummah bisa besar dan berkualitas. Dengan santai, Kiai Asep menjawab, bahwa amalan-amalan yang dilakukan tentu sudah diketahui. Yakni tiap hari lakukan sholat tahajud minimal dua rokaat dan witir.

“Saat sujud bermunajadlah sesuai kebutuhan. Lama nggak apa-apa. Kemudian berdizikir, dan jangan tidur. Hingga matahari mulai terbit, lakukan sholat dua rokaat,” jelas Kiai Asep.

Setelah masuk waktu subuh, lakukan sholat sunnah qobliyah subuh. Setelah itu sholat subuh, usahakan berjamaah. ”Setelah sholat subuh, baca surah Waqi’ah, baca ayat Kursi dan dzikir-dzikir lainnya. Misalnya Ya Kahfi, Ya Fattahu, Ya Rozak sebanyak 1.000 kali. Lakukan dengan khidmat dan ikhlas,” kata Kiai Asep memberikan ijazah amalan.

Setelah itu, jangan tidur, tunggu sampai matahari mulai terbit. Lalu laksanakan sholat sunnah dua rokaat. Setelah itu, boleh olahraga sebentar, lalu kerja rutin harian.

Pada saat kerja, harus jujur pada diri sendiri dan teman kerja, harus berdisiplin, harus komunikatif dengan rekan kerja dan lingkungannya, siap kerja keras namun tetap berakhlakul karimah. 

“Tidak lupa harus rukun dan damai dengan keluarga, khususnya pasangannya,” tegas Kiai Asep.

”Saat kerja keras, jangan sampai berkata tidak bisa. Kalau buntu, cari jalan lainnya. Harus kreatif dan gigih,” lanjutnya.

Kiai Asep juga sempat menceritakan bahwa dulu, dirinya pernah menjadi kuli batu, tukang parkir, karyawan pabrik hingga guru SMP di Surabaya. ”Ya karena saya melaksanakan sholat 5 waktu, sholat sunnah, sholat tahajud dan lain-lainnya, maka Allah menata hidup saya,” katanya.

Dan bisa kuliah dengan gelar BA, selanjutnya lulus S1 dengan gelar Drs, lulus S2 dapat gelar MA dan S3 dapat gelar Doktor. Sedang gelar Profesornya, merupakan satu-satunya yang acara pengukuhannya di UIN Sunan Ampel Surabaya dihadiri oleh Presiden. Saat itu Presiden Jokowi hadir dan memuji Kiai Asep.

 (Moch. Nuruddin, Gatot Susanto)

sumber : https://amanatulummah.com/lp-maarif-al-hidayah-tulungagung-studi-banding-ke-ponpes-amanatul-ummah/

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *