×

M. Rifai R Siswa SMAN 2 Mojokerto, Juara 1 Olimpiade Sains Se-JatimOTRICH UTBK-SNBT IKHAC Diikuti 1.220 Peserta

M. Rifai R Siswa SMAN 2 Mojokerto, Juara 1 Olimpiade Sains Se-JatimOTRICH UTBK-SNBT IKHAC Diikuti 1.220 Peserta

MOJOKERTO (AmanatulUmmah.com) – Mohammad Rifa’i R, siswa SMAN 2 Mojokerto, berhasil meraih Juara 1 Olimpiade Sains se- Jawa Timur yang diadakan oleh IKHAC (Institut KH Abdul Chalim) Pacet Mojokerto, Minggu (5/3/2024). Ini artinya, Rifa’i berhasil memboyong sertifikat, thropy dan tabungan senilai Rp 3,5 juta. 

Menyusul berturut-turut, Juara 2 direbut oleh Auranadien Azzahra R dari MAN 1C Pasuruan, Juara 3 didapat oleh Dyah Rahmadhani dari SMAN 1 Puri. Sedang Juara Harapan 1 disabet oleh Jihan Nasywaa Zakiyyah dari MAN 1C Pasuruan, Juara Harapan 2 diraih oleh M Yusuf Putra A, dari SMAN 1 Gedeg, dan Miftachul Rahma W dari SMAN 2 Mojokerto meraih Juara Harapan 3.

Semua Juara mendapatkan sertifikat, thropy dan tabungan. Meski demikian, sebagai penghargaan dan menjaga semangat, semua peserta Olimpiade mendapatkan sertifikat.

Seperti diketahui, Institut KH Abdul Chalim (IKHAC), Pacet, Mojokerto, menggelar olimpiade sains try out se-Jawa Timur, dengan nama OSTRICH UTBK-SNBT sebagai kegiatan tahunan. Tahun ini jumlah pesertanya tak kurang dari 1.220, mereka dari anak-anak SMA, MA (Madrasah Aliyah) dan sederajat, se-Jawa Timur.

Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MA, Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah yang juga menaungi IKHAC, mengatakan bahwa ajang olimpiade tersebut diadakan sebagai bentuk rasa ikut bertanggungjawabnya IKHAC terhadap kemajuan akademik di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.

Dengan diadakannya olimpiade ini, maka pihak sekolah peserta bisa untuk mengevaluasi diri, apakah out put-nya (lulusan-nya) sudah cukup berkualitas atau belum. Bila belum, masih ada waktu bagi pihak sekolah untuk memperbaiki dan meningkatkannya. 

Tanpa mengurangi rasa hormat, Kiai Asep mengatakan bahwa lulusan Amanatul Ummah, baik itu SMA maupun MA, 90% lebih diterima di perguruan tinggi negeri (atau popular) di Indonesia, dan juga di luar negeri.

Kepada para wali siswa peserta atau guru pendamping peserta olimpiade, Kiai Asep mengatakan bahwa latihan test ujian (try out) ke perguruan tinggi, sangat menentukan keberhasilan siswa dalam masuk ke perguruan tinggi. Semakin sering ikut try out, semakin baik. Karena nilainya bisa dimonitor dan diusahakan bisa melampaui target minimal untuk masuk ke perguruan tinggi yang dimaksud.

Selain itu, secara physikologis, anak memiliki percaya diri saat mengerjakan soal, karena sudah terbiasa. Tidak grogi lagi.

Pada kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa IKHAC saat ini sudah menjadi tujuan utama untuk meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi. “Di IKHAC, selain meluluskan sarjana S1, juga sudah ada S2 dan S3,” kata Kiai Asep mantap. Semua perizinan lengkap. 

“Dan sudah ada enam guru besarya,” kata Kiai Asep.

Ketua pelaksana kegiatan, Mujiono, menjelaskan bahwa acara ini dilakukan dalam rangka mengukur kemampuan pelajar, sebagai sarana latihan sebelum mengikuti ujian utama, dan menjadi bahan belajar mengatur waktu dalam mengerjakan soal. Agenda itu juga melatih daya konsentrasi serta bahan pertimbangan memilih jurusan, atau program studi di perguruan tinggi.

“Sebagai bentuk kepedulian kami dalam membantu dunia pendidikan untuk melahirkan para pelajar yang cerdas, berprestasi, dan meneruskan pendidikan yang lebih tinggi lagi. Para peserta mendapat latihan Tes Potensi Skolastik (TPS), materi literasi Bahasa Indonesia, materi literasi Bahasa Inggris dan materi penalaran Matematika,” paparnya.

“Hal ini bagus bagi para pelajar dalam menghadapi ujian seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri. Diharapkan, mereka akan mampu meraih nilai tinggi sehingga berhasil masuk Perguruan tinggi yang diinginkan,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Rektor IKHAC, Affan Hasnan, menyebut para peserta pun berasal dari Amanatul Ummah selain dari beberapa lembaga pendidikan se-Jawa Timur. (Moch. Nuruddin)

sumber : https://amanatulummah.com/m-rifai-r-siswa-sman-2-mojokerto-juara-1-olimpiade-sains-se-jatimotrich-utbk-snbt-ikhac-diikuti-1-220-peserta/

Post Comment