kegiatan

Pesantren di Lereng Gunung, Tapi Santrnya 100 % Diterima di PTN – Universitas Terkemuka Luar Negeri

Pesantren di Lereng Gunung, Tapi Santrnya 100 % Diterima di PTN - Universitas Terkemuka Luar Negeri

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com-Pondok Pesantren Amanatul Ummah yang didirikan dan diasuh Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, sangat fenomenal. Pesantren yang terletak di lereng gunung Penanggungan Pacet Mojokerto Jawa Timur ini tak pernah berhenti meningkatkan prestasi para santrinya. Setelah sukses merajai jalur SNBP, SPAN-PTKIN hingga UTBK/SNBT, kini Kiai Asep menjamin santrinya masuk PTN favorit dengan beasiswa. Bahkan juga bisa diterima di Universitas Harvard Amerika Serikat dan perguruan tinggi terkemuka dunia lainnya. Benarkah?

Kiai Asep memang tak mau kehilangan momentum. Ia bahkan tak hanya meningkatkan prestasi akademik para santrinya tapi juga terus melakukan perjalanan keluar negeri untuk membuka jaringan kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi.

“Kita tak boleh lengah,” kata Kiai Asep kepada BANGSA ONLINE mengingatkan pentingnya momentum.

Yang menarik, kini Kiai Asep mengaku punya sistem baru. Menurut dia, sistem baru itu tak hanya mengantar para santrinya ke perguruan tinggi favorit tapi juga sekaligus beasiswa.

“Jadi santri Amanatul Ummah dijamin diterima di PTN dan beasiswa,” tegas Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PP Pergunu) itu. “Dengan demikian, meringankan beban para orang tua,” tambahnya.

Bahkan, tutur Kiai Asep, santri Amanatul Ummah tak hanya diterima di perguruan tinggi dalam negeri. Tapi juga di berbagai perguruan tinggi terkemuka dunia.

“Di Harvard University Amerika, di Mahidol University Thailand, di UTM Malaysia dan di universitas lainnya di berbagai negara,” kata Kiai Asep yang kini memiliki sekitar 16,000 santri.

Daftar santri Pondok Pesantren Amanatul Ummah yang diterima di berbagai PTN dan universitas luar negeri dimuat koran HARIAN BANGSA. Foto: bangsaonline

Menurut Kiai Asep, Amanatul Ummah mendapat Letter of Acceptance (LoA) dari beberapa perguruan tinggi. Yaitu surat pernyataan telah diterima di sebuah Perguruan Tinggi tanpa syarat. Artinya, calon mahasiswa hanya tinggal melakukan registrasi ulang saja.

Selain itu, tutur Kiai Asep, santri Amanatul Ummah menguasai bahasa Inggris. “Anak-anak menguasai TOEFL 450, padahal persyaratannya 425, ” kata putra KH Abdul Chalim, salah seorang ulama pendiri NU yang kini diusulkan sebagai pahlawan nasional itu.

Pada Sabtu (14/10/2023) lalu para santri Amanatul Ummah melakukan pertemuan secara daring dengan Dr Roger Bank, direktur penerimaan mahasiswa baru di Harvard College Amerika Serikat. Roger Bank didampingi Annie Medina, Staf Center of Astrophysics Harvard College.

Sementara para santri Amanatul Ummah dipimpin Dr Ismi Zahria. Komunikasi yang berlangsung 1 jam itu memakai bahasa Inggris.

Sebelumnya, Rabu (20/9/2023) Prof Nopraenue Sajjarax Dhirathit, Vice President Mahidol University Thailand berkunjung ke Amanatul Ummah. Para santri Amanatul berdialog dengan Prof Nopraenue. Wanita bertubuh jangkung itu kagum dengan kepintaran santri Amanatul Ummah, terutama dalam bahasa Inggris.

Seperti diberitakan HARIAN BANGSA edisi Rabu (12/7/2023), Amanatul Ummah telah mengantar 100% alumninya masuk ke ITB, UI, UGM, Unair, UIN, ITS, IPB, dan perguruan tinggi negeri favorit lainnya. Data santri itu diperoleh HARIAN BANGSA setelah pengumuman hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT). Sebanyak 317 santri lulusan Amanatul Ummah diterima di berbagai PTN favorit lewat UTBK/SNBT.

Prof Dr Mahfud MD yang kini menjabat Menko Polhukam RI silaturahim ke Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim di Pondok Pesantren Amanatul Ummah. Foto: MMA/bangsaonline

Sebelumnya, juga diberitakan HARIAN BANGSA (Kamis 15/6 2023), sebanyak 278 santri Amanatul Ummah diterima di PTN favorit lewat Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Sebanyak 104 santri Amanatul Ummah juga diterima lewat jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN-PTKIN). Semua nama santri yang diterima lewat SNBP dan SPAN-PTKIN sudah dimuat di HARIAN BANGSA.

Para santri Amanatul Ummah juga diterima di perguruan tinggi luar negeri. Antara lain di Rusia, Inggris, Mesir, Singapura, Malaysia, Tunisia, Prancis, Maroko, China dan negara-negara lainnya.

Seperti diberittakan HARIAN BANGSA, di Universitas Al Azhar Mesir saja ada 400 lebih santri Amanatul Ummah yang kuiah di berbagai jurusan. Belum lagi di universitas negara lain seperti di Inggris, Yaman, Maroko, Rusia, Singapura, Belanda, Tunisia, Malaysia, dan negara-negara lain.

Kiai Asep populer sebagai ulama kaya raya. “Bukan hanya kaya tapi juga dermawan,” kata M Mas’ud Adnan, CEO HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE, penulis buku otobiografi Kiai Asep berjudul Kiai Miliarder Tapi Dermawan.

“Padahal waktu remaja Kiai Asep sangat miskin dan pernah jadi kuli bangunan,” tambah Mas’ud Adnan yang alumnus Pesantren Tebuireng dan Pascasarjana Unair. (mma)


sumber : https://www.bangsaonline.com/berita/124416/pesantren-di-lereng-gunung-tapi-santrnya-100-diterima-di-ptn-universitas-terkemuka-luar-negeri?page=2

LEAVE A RESPONSE

Your email address will not be published. Required fields are marked *